Facebook…..

A’uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu ‘alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina
Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa Shahbihi ajma’iin

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan bahkan jutaan pembaca dalam
berita-berita media massa…

Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar
pernikahan yang sah sebagai ajang sensasi yang ditunggu-tunggu …’siapa
calon bapak si jabang bayi?’

Weleh-weleh,,……mungkin kita bisa berkata; “ya wajarlah artis,
kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi”. Kalau perlu dari mulai bangun
tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh
publik.

Wuiiih……ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu,
sadar atau tidak, ribuan bahkan jutaan orang saat ini sedang menikmati
aktivitasnya [apapun] diketahui orang, dikomentarin orang bahkan [mohon
maaf].. dilecehkan’ orang. Dan lebih herannya perasaan yang didapat adalah
kesenangan,,.

Fenomena itu bernama FACEBOOK.
Setiap saat para facebooker meng-update statusnya agar bisa dinikmati dan
dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja, hal-hal yang semestinya menjadi
konsumsi internal keluarga atau rahasia menjadi kebanggaan di statusnya.
Mungkin beberapa contoh status facebook bisa diperhatikan dibawah ini:

Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya
ngapain ya…..?”——kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan
perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin?
Dijamin puas deh…”

Seorang wanita lainnya menuliskan ” Bangun tidur, badan sakit semua,
biasa….habis malam jumat ya begini…:” kemudian komen2 nakal
bermunculan…

Ada yang menulis “Bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi….”,
—-kemudian komen2 pelecehan bermunculan.

Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “Habis minum jamu
nih…., ada yang mau menerima tantangan ?’—-langsung berpuluh2 komen
datang.

Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit…”

Ada juga yang nulis ” mau tidur nih, panas banget…bakal tidur pake
dalaman lagi nih” .

…. dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen
dari lainnya yg tidak pantas dilakukan oleh seorang mukmin seperti kita.
Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita,
telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada lagi yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan
hilang rasa empati dan sensitivitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang
semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.

Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru saja diupload
dialbumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah-raga memakai kaos dan
celana pendek…..padahal sebagian besar yg ada didalam foto tersebut saat
ini sudah berjilbab.

Ada seorang wanita meng-upload foto temannya yang sekarang sudah berubah
dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah
bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria….

Ada pula seorang pria meng-upload foto seorang wanita mantan kekasihnya
dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita
telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.

Rasanya hilang; apa yang telah diajarkan seseorang yang sangat dicintai
Allah SWT…., yaitu Muhammad Rasulullah SAW kepada umatnya, seseorang yang
sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah kita ketika
Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha
” Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Aisyah menjawab “
wahai Rasulullah, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”.
Rasulullah dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa
hari ini”.
Jadi, tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah Rasulullah.

Ingatkah kita; Abdurrahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari
Mekah ke Madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan
sebagian rumahnya,
maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukkan saja saya pasar.
Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya.
Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang,
sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Malu itu sebagian dari iman”. (HR.
Bukhari dan Muslim).

Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita, hegemoni `kesenangan
semu’ dan dibungkus dengan `persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan
mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama
tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita
“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (HR. Bukhari).

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu.
mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan
rapat aib-aib diri, jangan bebaskan `kesenangan’, `gurauan’ membuat
kehormatan kita luntur tak berbekas.

Beberapa orang sering dgn mudahnya meng-up date status mereka dgn kata-kata
yg tidak jelas; entah apa tujuannya selain untuk numpang beken, cari
perhatian dan pengin ada komen-komen dari lainnya”.
> Dingin . . .
> B.E.T.E. . . .
> Kangen . .
> Puanass buaget neh !
> Arghhh .. . !!!!
> Gile tuh org !
> . . .
> Aku masih menanti . . .
etc….

Mari kita jaga martabat dan akhlaq kita sbg orang iman dg selalu menjaga
segala sesuatu yg tdk pantas kita lakukan..
Semoga Alloh memberikan selalu pencerahan iman untuk kita smua, amien.
Alhamdulillahi jazaa kumullohu khoiron.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.